Penulis: Budisetiyanto
Saya Budi setiyanto, anak kedua dari dua bersaudara. Saya mahasiswa yang berhenti di sekolah tinggi pariwisata AMPTA . "Mari berwisata ciptakan sebuah cerita
Memberikan opini sebuah jurnal
JUDUL : PERENCANAAN TRANSPORTASI WISATA
NAMA : BUDI SETIYANTO
NIM : 517100682
BLOG : PRIBADI
NAMA : BUDI SETIYANTO
NIM : 517100682
BLOG : PRIBADI
Mengomentari jurnal yang ditulis oleh bapak Hari Rachmadi. SE yang berjudul “Analisis komponen biaya bus pariwisata guna penentuan tarif dan harga sewa” jurnal tersebut ditulis dengan tujuan untuk mengetahui biaya langsung dan tidak langsung, untuk mengetahui biaya operasional bus pariwisata, dan untuk mengetahui penentuan tarif dan harga bus pariwisata.
Jurnal:
“Perkembangan wisata domestik melalui darat dengan bus pariwisata di Indonesia banyak diminati oleh banyak wisatawan. Hal ini dikarenakan perangkutan melalui darat lebih murah, cepat, dan fleksibel, apabila dibandingkan dengan kapal laut maupun kapal udara meskipun daya tampung bus pariwisata lebih kecil dibandingkan kapal laut dan kapal udara. Dengan demikian diperlukan suatu komponen biaya dalam perhitungan segi tarifdan harga serta peningkatan daya tampung bus pariwisata. Agar dalam penentuan tarif tetap mendapat keuntungan tetapi pasar juga mampu untuk menyewa.” ( Hari Rachmadi, : http://amptajurnal.ac.id/index.php/MWS/article/view/32/31)
Opini:
"Berwisata menggunakan bus biasanya dilakukan oleh sebuah instansi, perkumpulan, komunitas atau kelompok, bahkan sebuah keluarga. Selain harga yang murah, berwisata menggunakan bus atau jalur darat juga membuat perjalanan semakin asik dan seru, dan tentu sangat fleksibel karena kita bisa menentukan sendiri dimana kita akan berhenti atau kemana saja tujuan kita, namun jika dibilang menggunakan bus pariwisata itu cepat menurut saya tidak, justru terkadang lebih memakan waktu, keduali ada jalan alternatif tertentu dan tidak menutup kemungkinan bahwa menggunakan bus pariwisata lebih memakan banyak waktu. Namun jika dilihat dari segi pengalaman ketika wisatawan menggunakan bus akan lebih mendapatkan pengalaman yang luar biasa, karena penumpang dapat menikmati setiap jalan yang dilewatinya, tentu tidak menghilangan rasa kekeluargaan ketika didalam bus, dan perjalanan pun terasa menyenangkan ketika kita dapat menciptakan suasana yang menghibur. Dengan itu perhitungan mengenai tarif bus harus diatur dengan sebaik-baiknya agar tujuan adanya bisnis bus pariwisata yaitu mendapatkan keuntungan.
Jurnal:
“konsep ditempat tujuan dengan selamat sebagai suatu produk dalam perangkutan orang hendaknya diyakini sejak awal yang mengandung arti bahwa perangkutan harus mempunyai syarat aman dan nyaman. Sayarat aman memiliki arti bahwa penumpang tidak mengalami kekurangan apapun ketika sampai ditempat tujuan yaitu seorang tidak mengalami cidera apapun. Sayarat nyaman lebih tertuju pada perangkutan orang yang berpergian hendaknya berada dalam keadaan nyaman, senang, tidak menderita akibat sarana yang tidak bisa memberikan suasana nyaman.” ( Hari Rachmadi, http://amptajurnal.ac.id/index.php/MWS/article/view/32/31)
Opini:
Keamanan, kenyamanan, dan kesalamatan penumpang adalah prioritas utama bagi seorang pengemudi maka dari itu sebelum perjalanan dimulai atau armada dioperasikan harus adanya pengecekan terhadap mesin-mesin dan keamanan bus. Selain itu, untuk menciptakan suasana kenyamanan bagi penumpang hendaknya bus yang digunakan harus disesuaikan dengan jarak tempuh, misalkan ketika tujuan diperkirakan akan memakan waktu berhari-hari maka bus yang digunakan harus menyesuaikan terhadap kebutuhan yang dibutuhkan dalam perjalanan jauh tersebutt, setidaknya standarisasi sesuai dengan apa yang dibutuhkan.
Jurnal:
“tarif dan harga merupakan faktor data yang mutlak harus diperhatikan dalam pengelolaan angkutan penumpang, karena pada dasarnya penentuan tarif akan senantiasa berada pada dua sisi yang berbeda. Dari pihak transportasi selaku penyelenggara akan menetapkan tarif yang setinggi-tingginya agar mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya, sedangkan pihak konsumen, dalam hal ini wisatawan /travel agent selalu menginginkan tarif yang serendah-rendanya dan mengharapkan fasilitas yang sebaik-baiknya.” ( Hari Rachmadi, http://amptajurnal.ac.id/index.php/MWS/article/view/32/31)
Opini:
"Seperti yang kita ketahui bahwa setiap permintaan pasti ada penawaran, suatu hal yang tidak bisa dipisahkan dalam sebuah pemasaran. Budaya konsumen adalah mendapatkan harga yang termurah namun menginginkan fasilitas terlengkap. Maka dari itu perhitungan mengenai biaya operasi bus pariwisata harus dihitung dengan benar dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya atau menghindari kerugian-kerugian yang ada. Biasanya, agen biro jasa perjalanan memberikan harga murah dengan syarat-syarat tertentu, misalkan aka memberikan potongan 10% kepada konsumen dengan syarat minimal 50 penumpang. Maka konsumen harus mengumpulkan dalam jumlah lebih untuk mendapatkan potongan harga tersebut. Menurut Basu Swastha (1998:185), mengangkut penumpang untuk jarak yang jauh membutuhkan biaya lebih besar, oleh karena itu dikenakan biaya jasa angkutan yang lebih tinggi. Sebaliknya mengangkut penumoang untuk jarah yang lebih dekat membutuhkan biaya yang lebih kecil, oleh karena itu dikenakan harga jasa angkutan yang lebih rendah.
Sumber:
Rachmadi, H.(2019).ANALISA KOMPONEN BIAYA BUS PARIWISATA GUNA PENENTUAN TARIF DAN HARGA SEWA. Wahana Informasi Pariwisata: MEDIA WISATA.
PANTAI GREWENG
Mengomentari jurnal yang ditulis oleh bapak Hari Rachmadi. SE yang berjudul “Analisis komponen biaya bus pariwisata guna penentuan tarif dan harga sewa” jurnal tersebut ditulis dengan tujuan untuk mengetahui biaya langsung dan tidak langsung, untuk mengetahui biaya operasional bus pariwisata, dan untuk mengetahui penentuan tarif dan harga bus pariwisata.
Jurnal:
“Perkembangan wisata domestik melalui darat dengan bus pariwisata di Indonesia banyak diminati oleh banyak wisatawan. Hal ini dikarenakan perangkutan melalui darat lebih murah, cepat, dan fleksibel, apabila dibandingkan dengan kapal laut maupun kapal udara meskipun daya tampung bus pariwisata lebih kecil dibandingkan kapal laut dan kapal udara. Dengan demikian diperlukan suatu komponen biaya dalam perhitungan segi tarifdan harga serta peningkatan daya tampung bus pariwisata. Agar dalam penentuan tarif tetap mendapat keuntungan tetapi pasar juga mampu untuk menyewa.”
(HariRachmadi, : http://amptajurnal.ac.id/index.php/MWS/article/view/32/31)
Opini:
"Berwisata menggunakan bus biasanya dilakukan oleh sebuah instansi, perkumpulan, komunitas atau kelompok, bahkan sebuah keluarga. Selain harga yang murah, berwisata menggunakan bus atau jalur darat juga membuat perjalanan semakin asik dan seru, dan tentu sangat fleksibel karena kita bisa menentukan sendiri dimana kita akan berhenti atau kemana saja tujuan kita, namun jika dibilang menggunakan bus pariwisata itu cepat menurut saya tidak, justru terkadang lebih memakan waktu, keduali ada jalan alternatif tertentu dan tidak menutup kemungkinan bahwa menggunakan bus pariwisata lebih memakan banyak waktu. Namun jika dilihat dari segi pengalaman ketika wisatawan menggunakan bus akan lebih mendapatkan pengalaman yang luar biasa, karena penumpang dapat menikmati setiap jalan yang dilewatinya, tentu tidak menghilangan rasa kekeluargaan ketika didalam bus, dan perjalanan pun terasa menyenangkan ketika kita dapat menciptakan suasana yang menghibur. Dengan itu perhitungan mengenai tarif bus harus diatur dengan sebaik-baiknya agar tujuan adanya bisnis bus pariwisata yaitu mendapatkan keuntungan.
Jurnal:
“konsep ditempat tujuan dengan selamat sebagai suatu produk dalam perangkutan orang hendaknya diyakini sejak awal yang mengandung arti bahwa perangkutan harus mempunyai syarat aman dan nyaman. Sayarat aman memiliki arti bahwa penumpang tidak mengalami kekurangan apapun ketika sampai ditempat tujuan yaitu seorang tidak mengalami cidera apapun. Sayarat nyaman lebih tertuju pada perangkutan orang yang berpergian hendaknya berada dalam keadaan nyaman, senang, tidak menderita akibat sarana yang tidak bisa memberikan suasana nyaman.” ( Hari Rachmadi, http://amptajurnal.ac.id/index.php/MWS/article/view/32/31)
Opini:
"Keamanan, kenyamanan, dan kesalamatn penumpang adalah prioritas utama bagi seorang pengemudi maka dari itu sebelum perjalanan dimulai atau armada dioperasikan harus adanya pengecekan terhadap mesin-mesin dan keamanan bus. Selain itu, untuk menciptakan suasana kenyamanan bagi penumpang hendaknya bus yang digunakan harus disesuaikan dengan jarak tempuh, misalkan ketika tujuan diperkirakan akan memakan waktu berhari-hari maka bus yang digunakan harus menyesuaikan terhadap kebutuhan yang dibutuhkan dalam perjalanan jauh tersebutt, setidaknya standarisasi sesuai dengan apa yang dibutuhkan.
Jurnal:
“tarif dan harga merupakan faktor data yang mutlak harus diperhatikan dalam pengelolaan angkutan penumpang, karena pada dasarnya penentuan tarif akan senantiasa berada pada dua sisi yang berbeda. Dari pihak transportasi selaku penyelenggara akan menetapkan tarif yang setinggi-tingginya agar mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya, sedangkan pihak konsumen, dalam hal ini wisatawan /travel agent selalu menginginkan tarif yang serendah-rendanya dan mengharapkan fasilitas yang sebaik-baiknya.” ( Hari Rachmadi, http://amptajurnal.ac.id/index.php/MWS/article/view/32/31)
Opini:
"Seperti yang kita ketahui bahwa setiap permintaan pasti ada penawaran, suatu hal yang tidak bisa dipisahkan dalam sebuah pemasaran. Budaya konsumen adalah mendapatkan harga yang termurah namun menginginkan fasilitas terlengkap. Maka dari itu perhitungan mengenai biaya operasi bus pariwisata harus dihitung dengan benar dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya atau menghindari kerugian-kerugian yang ada. Biasanya, agen biro jasa perjalanan memberikan harga murah dengan syarat-syarat tertentu, misalkan aka memberikan potongan 10% kepada konsumen dengan syarat minimal 50 penumpang. Maka konsumen harus mengumpulkan dalam jumlah lebih untuk mendapatkan potongan harga tersebut. Menurut Basu Swastha (1998:185), mengangkut penumpang untuk jarak yang jauh membutuhkan biaya lebih besar, oleh karena itu dikenakan biaya jasa angkutan yang lebih tinggi. Sebaliknya mengangkut penumoang untuk jarah yang lebih dekat membutuhkan biaya yang lebih kecil, oleh karena itu dikenakan harga jasa angkutan yang lebih rendah.
Sumber:
Rachmadi, H.(2010).ANALISA KOMPONEN BIAYA BUS PARIWISATA GUNA PENENTUAN TARIF DAN HARGA SEWA. Wahana Informasi Pariwisata: MEDIA WISATA.
PANTAI GREWENG PUNYA CERITA (Wisata Alam)
Pantai greweng merupakan wisata alam yang berlokasi di desa Jepitu, kecamatan Girisubo, kabupaten Gunungkidul. Pantai ini merupakan pantai yang tidak terlalu besar, pantai yang berada di antara pantai Wediombo dan pantai Jungwok. Pantai Greweng berjarak 80km dari Kota Yogyakarta, ada dua rute yang dapat diakses untuk menuju Pantai Greweng ini. Pada saat saya dan teman-teman berkunjung ke Pantai Greweng kami menggunakan rute Yogyakarta > jalan Wonosari > Piyungan (lapangan terbang) > womosari > (ambil arah menuju semanu, wonosari kota lurus) > semanu > pasar Munggi > cuwelo > Giri Panggung > cikal > ngawar-awar > pertigaan Balong ambil kiri, arah jepitu > pertigaan jepitu (pasar jepitu) > ambil arah kekanan menuju pantai wediombo > sebelum sampai pantai wediombo belok kiri menuju pantai jungwok > dan sampailah di Pantai Greweng.

Tujuan saya dan teman-teman berkunjung ke Pantai Greweng yaitu untuk Camping menikmati liburan setelah melakukan Ujian Tengah Semester perkuliahan kami. Perjalanan saya dan teman-teman saya bermula pukul 17:00 WIB, namun ditengan perjalanan ketika kami hampir sampai bukit bintang salah satu kendaraan teman saya mengalami bocor ban, maka perjalanan pun terhambat. Selain itu kami sempat beristirahat sejenak karena adzan magrib yang berkumandang serta kami melakukan makan malam di warung makan pinggiran jalan. Perjalanan pun kami lanjutkan, sesampainya di pintu gerbang masuk pantai greweng kami dikenakan biaya masuk Rp.5000-, per orang. Dan pada saat itu kami berjumlah Tujuh Belas orang, dengan sembilan sepeda motor. Kami sampai pada pukul 21:00 WIB, perjalanan yang cukup melelahkan.
Setelah sampai di pantai greweng, saya dan teman-teman memarkirkan motor di tempat yang telah disediakan. Setelah itu kami diajak oleh seorang bapak-bapak yang menjadi petugas pantai tersebut untuk menunjukan arah kemana kami harus berjalan. Jika anda hendak berkunjung ke pantai greweng maka sesampainya disana jangan kaget, perjalanan belum sampai ketika berhenti diparkiran. Setelah sampai di parkiran kami mengikuti intruksi dari bapak-bapak tersebut. Karena untuk sampai Pantai Greweng kami harus menyusuri jalan setapak selama kurang lebih satu jam, dan pada saat itu cuaca sedang tidak mendukung, hujan rintik-rintik pun terjadi. Perjalanan sangat licin karena pantai Greweng berada di balik bukit pantai Jungwok. Kami melewati persawahan, perkebunan, semak belukar, dan bebatuan. Kaki ini tak henti-hentinya untuk melangkah walaupun terasa capek dengan perjalanan jauh berkendara tadi dan masih dilanjutkan dengan berjalan kaki, namun niat kami tak berhenti sampai disini, kami terus melanjutkan perjalanan hingga pada akhirnya kami mendengan deruan suara ombak yang menabrak karang. Semangat pun mulai muncul kembali hanya tinggal beberapa meter lagi kami akan menginjak pasir dan segarnya udara malam yang ada di pantai greweng. Setelah sampai di lokasi kami segera mendirikan tiga tenda yang kami bawa. Tenda pun berdiri.
Setelah selesai mendirikan tenda, inilah yang kami tunggu-tunggu, kami membuat api unggun dan mengelilingi nya sembari bernyanyi dan membakar jagung. Suasana pantai pun makin terasa ditemani angin yang segar dan bintang yang bertaburan. Namun sayang, lagi-lagi hujan datang dan kami pun masuk kedalam tenda.
Keesokan harinya, kami dibangunkan oleh berisiknya suara ombak, dan ketika kami keluar tenda betapa Indah nya Pesona Pantai Greweng ini, pantai yang diapit oleh dua batu karang besar dengan luas pantai yang serasa milik pribadi ini membuat kami benar-benar terpesona oleh ciptaan-Nya.

Di Pantai Greweng ini kami bersuka ria dengan bermain bola, berfoto ria dan sempat membuat dokumentasi lewat Video yang di buat oleh salah satu teman saya. Video nya dapat di lihat di akun Youtube saya berikut Link nya >> https://youtu.be/0va9gag-n2M Setelah melakukan banyak aktivitas yang dapat menghibur suasana hati kami pun melakukan Packing untuk kembali ke Kota Yogyakarta. Pengalaman ini merupakan pengalaman yang Luar biasa, karena pertamakalinya saya melakukan wisata alam pantai harus melewati Trip yang menantang, melelahkan tapi menyenangkan. Bila anda berkunjung ke Yogyakarta anda harus mengujungi Wisata Alam yang satu ini.

Semoga bermanfaat, jangan lupa mampir lagi di blog saya dan berkenan membaca cerita wisata yang saya bagikan. Trims^_^
Jangan lupa juga buat mampir di instagram saya:
@Budisetiyanto21
#pesonaindonesia
#wonderfulindonesia
WISATA PERTEMUAN, PERJALANAN INSENTIF, KONVERENSI, DAN PAMERAN (MICE TOURISM)
A. Pengertian MICE
MICE merupakan singkatan dari Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions yang merupakan bagian integral dari usaha jasa pariwisata meliputi usaha jasa Kovensi, Perjalanan Intensif dan Pameran dalam suatu rangkaian kegiatan pelayanan bagi pertemuan atau berkumpulnya sekelompok orang pada suatu tempat yang terkondisikan oleh suatu permasalahan, pembahasan atau kepentingan bersama.
B. Pengertian MICE Tourism
Apa itu MICE Tourism?
MICE Tourism atau dengan nama lain Wisata Pertemuan (meetings), Perjalanan Intensiv (intencives), Konverensi (convention), dan Pameran (exhibition), yaitu suatu kegiatan wisata yang mempunyai tujuan tertentu. Dan biasanya kegiatan wisata ini di lakukan dalam sebuah event yang besar dan pada umumnya dilakukan oleh orang-orang dengan kepentingan tertentu. Kegiatan MICE Tourism biasanya direncanakan dengan matang, sebuah kelompok besar melakukan perjalanan secara bersamaan. Di beberapa negara maju, Dunia MICE dijadikan sebagai salah satu andalan di bidang Pariwisata dikarenakan dunia MICE merupakan salah satu dunia bisnis yang menjanjikan. Dan banyak negara yang sudah menjadikan dunia MICE sebagai salah satu potensi wisatanya.
Sebagai mana isinya, MICE mempunyai empat kegiatan di dalamnya, dengan sebagai berikut:
a. Meetings
Sebuah kelompok melakukan perjalanan dengan tujuan untuk melakukan rapat atau pertemuan di suatu tempat atau daerah. Yang tentu fasilitasnya menjamin untuk dilaksanakannya kegiatan rapat dengan jumlah anggota yang banyak, rapat ini mempunyai tujuan yang akan dicapai diantaranya mengembangkan profesionalisme anggota melalui konsultasi, pelatihan dan pendidikan.
b. Incentivies
Perjalanan Intensif merupakan suatu kegiatan perjalanan dan dilakukan oleh seorang karyawan sebagai imbalan atau penghargaan terhadap prestasi yang telah didapatkan. Kegiatan perjalanan ini merupakan kegiatan perjalanan yang diselenggarakan oleh suatu perusahaan.
c. Convention
Convention atau Konferensi adalah kegiatan pertemuan sekelompok orang, misalnya pertemuan dari berbagai negara, pertemuan para cendikiawan, dan para profesional, dan lain sebagainya. kegiatan ini bertujuan untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama. Dan biasanya kegiatan ini dilakukan atau dihadiri dalam jumlah peserta yang besar. Itu artinya, seseorang yang melakukan perjalanan ke suatu tempat untuk tujuan mengadakan atau menghadiri sesuatu yang diadakan dalam rangka membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama. Seseorang biasanya melakukj8an perjalanan ini secara berkelompok, contoh lain seluruh cendikiawan Amerika berkunjung ke Indonesia untuk melakukan Pertemuan yang akan membahas tentang kerja sama antara keduabelah pihak.
d. Exhibitions
Exhibition atau Pameran merupakan bentuk kegiatan pertunjukan, memperagakan, memperkenalkan, mempromosikan dan menyebar luaskan informasi hasil produksi barang atau jasa maupu informasi visual di suatu tempat tertentu dalam jangka waktu tertentu untuk disaksikan secara langsung oleh masyarakat untuk meningkatkan penjualan, memperluas pasar dan mencari hubungan dagang. Jadi, seseorang yang melakukan wisata MICE ini salah satu tujuannya yaitu untuk melihat pertunjukan, atau sesuatu yang sedang di promosikan atau diperkenalkan yang ada di suatu tempat. Dengan melakukan wisata yang satu ini mungkin wisatawan akan mendapatkan kepuasan tersendiri atau biasanya dijadikan ajang hiburan setelah lelahnya bekerja. Dengan adanya pertunjukan seperti ini membuat kelengkapan tersendiri dari adanya wisata MICE ini.
C. Perkembangan MICE Di Indonesia
Bagaimana perkembangan MICE di Indonesia?
Kegiatan MICE di Indonesia kian maju seiring dengan perkembangan industri pameran dan pariwisata Nusantara yang tidak hanya isapan jempol semata. Hal ini tidak terlepas dari Fasilitas serta Promosi besar-besaran yang mengatas namakan Republik Indonesia dimana banyak daerah yang menawarkan diri sebagai tuan rumah untuk kunjungan wisata diikuti dengan fasilitas konvensi yang representatif. Mengutip pernyataan Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, pemerintah telah menempatkan MICE sebagai produk unggulan pariwissata nasional sebagai daya tarik wisatawan mancanegara. Dengan demikian, untuk lebih meningkatkan kemajuan Wisata MICE di Indonesia pengembangan Sumber Daya Alam atau SDA harus lebih ditingkatkan, karena Sumber Daya Manusia merupakan peran penting dalam pengembangan sektor pariwisata selain dari segi Sumber Daya Alam nya. Disisi lain, peningkatan ketersediaan fasilitas pun harus di tingkatkan, agar wisatawan MICE lebih tertarik dengan Kunjungan Wisata MICE di Indonesia.u